Home » Gubernur Kalteng Rangkul Mahasiswa dan Organisasi Masyarakat Untuk Perkuat Solidaritas Bencana Pulau Sumatera
08122025081015_0

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran saat memberikan arahan pada pertemuan bersama organisasi Cipayung, mahasiswa, perwakilan kerukunan keluarga dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN), di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat (5/12/2025).

Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menggelar pertemuan bersama organisasi Cipayung, mahasiswa, perwakilan kerukunan keluarga dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN), di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat (5/12/2025).

Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam rangka membantu warga yang terdampak bencana banjir bandang di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan senilai Rp3 miliar yang bersumber dari APBD sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir atas semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan. Ia menekankan bahwa empati dan solidaritas merupakan nilai luhur yang harus selalu dijaga oleh masyarakat Kalimantan Tengah, terlebih ketika saudara sebangsa di daerah lain tengah tertimpa musibah.

“Hari ini kita berkumpul dengan adik-adik mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat sebagai wujud empati dan simpati kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi atas langkah-langkah yang akan kita lakukan bersama. Silaturahmi dan kebersamaan adalah identitas kita,” ujar Gubernur.

Ia juga mengajak generasi muda dan seluruh organisasi kemasyarakatan untuk terus berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan serta menjadi motor penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat dalam menghimpun kekuatan bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, bantuan kepada masyarakat terdampak bencana tidak boleh berhenti pada ungkapan simpati semata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata.

“Bapak Gubernur gerak cepat menghimpun seluruh komponen masyarakat di Kalimantan Tengah. Mari kita buktikan bahwa empati dan simpati kita tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang bisa meringankan beban saudara-saudara kita,” tegas Leonard.

Dari unsur mahasiswa, perwakilan organisasi Cipayung menyampaikan bahwa mahasiswa siap terlibat aktif dalam gerakan kemanusiaan bertajuk “Kalimantan Tengah Peduli Pulau Sumatera”. Mereka menilai bahwa bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membutuhkan partisipasi semua pihak tanpa terkecuali.

“Kami dari seluruh aliansi mahasiswa mengangkat tema Kalimantan Tengah Peduli Pulau Sumatera. Apa yang terjadi di tiga provinsi tersebut menjadi perhatian kita bersama, baik yang kita lihat di media sosial maupun kondisi nyata di lapangan,” ungkap salah satu perwakilan Cipayung.

Selain menyuarakan kepedulian sosial, mahasiswa juga menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Namun demikian, mereka menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan serta keberlanjutan pembangunan agar tidak menimbulkan dampak negatif di masa depan. Komitmen tersebut dinilai sebagai bentuk peran aktif generasi muda dalam mengawal pembangunan daerah.

Perwakilan kerukunan keluarga dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng serta seluruh elemen masyarakat. Mereka menilai bantuan yang disalurkan maupun dukungan moril yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat di daerah asal mereka yang sedang tertimpa musibah.

“Atas nama keluarga besar kami, khususnya dari Sumatera Utara, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan adik-adik mahasiswa yang telah menunjukkan solidaritas dan perhatian yang luar biasa terhadap musibah di kampung halaman kami,” ujar salah satu perwakilan kerukunan.

Dalam kesempatan yang sama, Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus memerangi peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda di Kalimantan Tengah. GDAN menyatakan kesiapan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta organisasi masyarakat lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Agustiar Sabran memberikan dukungan penuh terhadap langkah GDAN. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dalam pemberantasan narkoba, merupakan tanggung jawab bersama.

“Jangan pernah takut untuk memberantas narkoba. Jalan terus, dan saya pastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan memberikan atensi penuh terhadap upaya tersebut,” tegas Gubernur.

Melalui pertemuan ini, seluruh pihak yang hadir bersepakat untuk terus memperkuat kerja sama lintas organisasi, menjaga stabilitas keamanan daerah, serta menumbuhkan semangat solidaritas dan empati terhadap masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kolaborasi lintas komunitas ini dinilai menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sekaligus kepedulian kemanusiaan di Kalimantan Tengah.

(tr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *