Home » Katingan Punya Wilayah Yang Potensial Dalam Membangun Kemandirian Pangan
WhatsApp Image 2025-08-19 at 14.01.27

Bupati Katingan, Saiful.

KASONGAN –  Presiden RI dalam pidato kenegaraan pada Jumat (15/8/2025) menegaskan bahwa salah satu program prioritas pemerintah adalah kemandirian pangan, dan Kalimantan Tengah menjadi salah satu lokasi pengembangannya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Katingan, Saiful, menyatakan kesiapan daerahnya dalam mendukung program nasional tersebut. Saat diwawancarai awak media usai upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Bupati Katingan, Minggu (17/8/2025), Saiful menegaskan bahwa Kabupaten Katingan memiliki wilayah potensial untuk pengembangan pertanian dan pangan.

“Kemandirian pangan yang ada di Kabupaten Katingan, sudah barang tentu kita memilih kecamatan yang memang sangat mendukung untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagaimana kita ketahui, Kecamatan Katingan Kuala selama ini memang menjadi wilayah utama dalam aktivitas pangan,”Ucap Saiful.

Meski demikian, Bupati menekankan bahwa potensi Katingan tidak hanya bertumpu pada satu kecamatan. Dengan luas wilayah mencapai 20.382 kilometer persegi, banyak kecamatan lain yang juga layak dikembangkan untuk mendukung kemandirian pangan.

“Kita tidak bisa menyandarkan segalanya hanya kepada Kecamatan Katingan Kuala. Kabupaten Katingan memiliki banyak wilayah yang sepatutnya dikembangkan, seperti Pagatan, Katingan Tengah, Pulau Malan, hingga Tewang Sanggalang Garing. Semua memiliki potensi yang bisa menjadi tumpuan dalam meningkatkan produk dari sektor pertanian,” jelasnya.

Bupati Saiful menyebut, saat ini Kecamatan Katingan Kuala memiliki lahan pertanian sekitar 4.800 hektare yang sudah berkembang, namun wilayah lain juga berpeluang besar untuk dikembangkan agar mampu mendukung program kemandirian pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.

Dengan dukungan seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap kontribusi daerah dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.

(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *