
Para peserta yang mengikuti kegiatan Workshop Pelatih Fisik Cabang Olahraga Tingkat Kabupaten Katingan
KASONGAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Katingan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dunia olahraga di daerah. Hal ini dibuktikan dengan dukungan atas pelaksanaan workshop Pelatih Fisik Cabang Olahraga Tingkat Kabupaten Katingan, yang digelar oleh Dispodbudpar Katingan, pada Jumat (29/8/2025) di Gedung Salawah, Kota Kasongan.
Ketua KONI Kabupaten Katingan, Christian Rain, yang diwakili oleh Sekretaris Umum KONI, Budiman L. Gaol. dalam sambutannya, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari persiapan Kabupaten Katingan dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah (Porprov) Tahun 2026 yang akan datang di Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Dengan bekal ilmu dan peningkatan kapasitas pelatih melalui workshop ini, kami optimis atlet-atlet Katingan dapat tampil lebih percaya diri, lebih siap, dan mampu meraih hasil terbaik pada ajang Porprov 2026,”Ujarnya.
Ia menekankan bahwa fisik adalah fondasi utama dalam meraih prestasi olahraga. Menurutnya, tanpa kondisi fisik yang prima, teknik sehebat apapun tidak akan maksimal, dan strategi sebaik apapun tidak akan berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, pelatih fisik memiliki peran sentral dalam membentuk daya tahan, kekuatan, serta konsistensi para atlet.
Workshop ini juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para pelatih agar dapat memperkaya pengetahuan serta keterampilan tentang kepelatihan fisik yang lebih ilmiah, modern, dan sesuai perkembangan olahraga saat ini. “Pelatih harus bisa beradaptasi dengan perkembangan metode latihan, teknologi olahraga, serta pendekatan ilmiah, agar pembinaan atlet tidak tertinggal,” tambahnya.
KONI Katingan berharap agar melalui program pelatihan dan pembinaan yang terstruktur, para atlet daerah mampu bersaing dengan daerah lain, bahkan bisa melahirkan bibit-bibit unggul yang dapat membawa nama Katingan di kancah provinsi maupun nasional.
Selain pembekalan materi, workshop ini juga diisi dengan sesi diskusi dan praktik langsung, sehingga para pelatih tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa mengimplementasikan metode latihan secara nyata dalam proses pembinaan atlet di lapangan.
(Tri)