Home » Pemkab Katingan Pastikan Keikutsertaan Pada Ajang AOE 2025 Di Ice BSD Tanggerang
WhatsApp_Image_2025-08-20_at_18_24_35

Pelaksanaan rapat untuk mengikuti pelaksanaan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025, diruang rapat Bupati Katingan

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan memastikan diri untuk mengikuti pelaksanaan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 28 hingga 30 agustus 2025. Kegiatan AOE tersebut dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tanggerang Banten.

Bupati Katingan, Saiful, diwakili oleh Plt. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Markurius Abednegoe,  menyampaikan bahwa keikutsertaaan  pada kegiatan apkasi otonomi expo itu merupakan momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Katingan. Pernyataan ini disampaikan saat rapat persiapan diruang Rapat Bupati Katingan, Rabu (20/8/2025).

“Kegiatan Apkasi Otonomi Expo ini merupakan momen yang starategis bagi kita, karena dalam pameran tersebut kita dapat memperkenalkan potensi daerah, serta wadah untuk memperluas jejaring kerjasama dan peluang investasi,”Jelasnya.

Lebih lanjut, Markurius menyebutkan bahwa Apkasi Otonomi Expo merupakan agenda tahunan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang menghadirkan ratusan pemerintah kabupaten dari seluruh Indonesia. Yang dimana pada kegiatan pameran itu setiap daerah akan menampilkan produk unggulan, inovasi, serta sektor investasi yang menjadi prioritas pengembangan wilayah.

“Pameran ini adalah sarana yang sangat penting untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Katingan, baik dari segi sumber daya alam, budaya, maupun produk UMKM. Kami berharap ajang ini dapat membuka peluang investasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Katingan,”Ujarnya.

Pada rapat persiapan tersebut, Markurius menegaskan akan merancang stand dengan nuansa khas budaya lokal yang dipadukan dengan konsep modern. Para pengunjung nantinya dapat menyaksikan langsung beragam pameran produk kerajinan tangan, olahan pangan, hingga potensi wisata alam dan budaya.

(Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *