
Juru bicara Fraksi PKB, Sarnadie.
KASONGAN – Suasana Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III DPRD Kabupaten Katingan pada Selasa (22/7/2025) terasa hangat namun penuh makna, ketika Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan pemandangan umum mereka terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Melalui juru bicaranya, Sarnadie D. Uga, Fraksi PKB memberikan catatan strategis yang tak hanya mencerminkan fungsi kontrol legislatif, tetapi juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap arah dan masa depan pembangunan daerah.
Dalam pidatonya, Sarnadie menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan kegiatan pada tahun anggaran 2025 harus dilandaskan pada perencanaan yang matang, terukur, dan selaras dengan visi-misi pembangunan yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bupati Katingan periode 2024–2029.
“Kami dari Fraksi PKB mendorong agar setiap tahapan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah benar-benar dirancang dan dijalankan secara sistematis, sesuai dengan arah pembangunan jangka menengah yang telah disepakati bersama. RPJMD bukan sekadar dokumen, melainkan kompas utama pembangunan daerah lima tahun ke depan,”Tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan program pembangunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, serta dilaksanakan dengan selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang taat regulasi akan menciptakan hasil pembangunan yang berkelanjutan, tidak sekadar mengejar realisasi anggaran, tetapi berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Katingan,”Lanjutnya.
Fraksi PKB juga mengajak seluruh pemangku kebijakan dan perangkat daerah untuk tidak sekadar mengejar angka, namun lebih dari itu, mengedepankan kualitas, efektivitas, dan integritas dalam setiap langkah pelaksanaan program.
Pemandangan umum Fraksi PKB ini menjadi salah satu sorotan penting dalam rapat paripurna, karena tidak hanya membahas pelaksanaan anggaran tahun lalu, tetapi juga memberi panduan moral dan arah strategis dalam menyongsong tahun-tahun pembangunan berikutnya.
(Tri)