KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan terus berupaya memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat melalui langkah evaluasi dan pembenahan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat evaluasi penanganan permasalahan PDAM yang dipimpin langsung oleh Bupati Katingan, Saiful, di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Katingan, Jumat (8/5/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Katingan, Firdaus, Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain, Dewan Pengawas PDAM, para Asisten Sekretariat Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta Plt. Direktur PDAM bersama jajaran manajemen.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah bersama pihak PDAM membahas berbagai persoalan yang saat ini dihadapi perusahaan daerah tersebut. Pembahasan meliputi kondisi operasional, pelayanan kepada pelanggan, kemampuan pendapatan perusahaan, hingga kebutuhan pembenahan manajemen dan sarana pendukung agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
Bupati Saiful menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Oleh sebab itu, diperlukan langkah bersama serta sinergi lintas sektor untuk memastikan keberlangsungan operasional PDAM tetap terjaga.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan bahkan dapat terus ditingkatkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Ia juga menilai perlunya harmonisasi kebijakan dan penyempurnaan regulasi guna mendukung langkah penanganan dan penguatan tata kelola PDAM ke depan.
“Pemerintah daerah tentu berkomitmen agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Karena itu diperlukan evaluasi bersama untuk mencari solusi yang tepat, baik dari sisi manajemen, operasional maupun dukungan regulasi,” ujarnya.
Selain membahas kondisi pelayanan, rapat tersebut juga menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi PDAM, termasuk meningkatnya kebutuhan operasional dan penyesuaian terhadap kondisi pelayanan di lapangan. Pemerintah daerah menilai bahwa pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh agar perusahaan daerah tersebut dapat kembali berjalan lebih sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan, Christian Rain, menegaskan bahwa penanganan permasalahan PDAM memerlukan langkah yang tepat dan terukur agar pelayanan kepada masyarakat tidak semakin terkendala. Menurutnya, evaluasi terhadap sistem pengelolaan harus terus dilakukan sehingga pola kerja dan tata kelola perusahaan dapat berjalan lebih efektif serta tidak terlalu birokratis.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap upaya pembenahan yang dilakukan, termasuk mendorong peningkatan efisiensi operasional dan penguatan sistem manajemen perusahaan.
Dalam rapat tersebut turut disampaikan bahwa pada periode sebelumnya operasional PDAM sempat berjalan cukup baik dan mampu menunjang kebutuhan operasional rutin perusahaan. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai tantangan mulai muncul, baik dari sisi pendapatan perusahaan maupun meningkatnya kebutuhan operasional yang harus dipenuhi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat keberadaan PDAM memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pelayanan air bersih di wilayah Kabupaten Katingan.
(tri)
