KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan melalui rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) hasil Verifikasi dan Validasi (Verval) lapangan calon lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi di Kecamatan Katingan Kuala yang dipimpin langsung oleh Bupati Katingan, Saiful.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Katingan pada Kamis (7/5/2026), sebagai tindak lanjut atas Surat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Nomor: 0015/B/C.C1/DM.00.02/2026 tanggal 27 April 2026 tentang pemberitahuan pelaksanaan verifikasi dan validasi lapangan calon lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026.
FGD ini menjadi tahapan penting dalam proses penilaian usulan lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang sebelumnya telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Katingan kepada pemerintah pusat. Melalui proses verifikasi dan validasi lapangan tersebut, pemerintah pusat akan memastikan kelayakan lahan pembangunan baru SNT sekaligus menilai kesiapan operasional sekolah yang diusulkan sebagai calon Sekolah Nasional Terintegrasi.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, unsur teknis, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengusulan lokasi. Dalam forum diskusi tersebut, berbagai aspek dibahas secara mendalam mulai dari kesiapan lahan, aksesibilitas wilayah, dukungan infrastruktur dasar, hingga kesiapan sumber daya pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang keberadaan sekolah terpadu tersebut di masa mendatang.
Dalam arahannya, Bupati Katingan Saiful menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Katingan sangat mendukung program pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir dan daerah yang masih membutuhkan akses pendidikan terpadu dan berkualitas.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi akan menjadi peluang besar bagi Kabupaten Katingan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan yang lebih baik, modern, dan terintegrasi. “Program Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan peluang besar bagi Kabupaten Katingan dalam meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataan layanan pendidikan bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak terkait harus bersinergi dan memastikan seluruh persyaratan serta kesiapan lokasi dapat dipenuhi dengan baik,” ujar Saiful.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung proses pengusulan hingga realisasi pembangunan sekolah tersebut. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.
Selain itu, Saiful berharap keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan unggulan, tetapi juga mampu mendorong percepatan pembangunan kawasan serta meningkatkan daya saing generasi muda Kabupaten Katingan di masa depan.
“Keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan unggulan yang dapat mendukung peningkatan sumber daya manusia Kabupaten Katingan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, kegiatan verifikasi dan validasi lapangan yang dilakukan tim dari kementerian bertujuan menghasilkan rekomendasi dalam penetapan lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan. Penilaian tidak hanya difokuskan pada aspek kelayakan lahan, tetapi juga mencakup akses menuju lokasi, kesiapan sarana pendukung, kondisi lingkungan sekitar, hingga potensi pengembangan kawasan pendidikan dalam jangka panjang.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pembangunan fasilitas pendidikan dilakukan secara tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
(tri)
